BE MINE [Chap 7]

 

 

Auhtor            : Eveel

Main Cast       : Sunny & Sooyoung’

Sub                  : Other member SNSD

Genre              : Romantic/Friendship

Type                : Gender bander/Straight

Rated              : T = Teenager

Length            : Chaptered

Disclamer      : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning          : OOC /Alur kecepetan/Bahasa Berantakan/Ga masuk akal/Aneh

 

No Silent reader..!!!

No Plagiator..!!!

 

 

Beberapa bulan ini Taeyeon dan Tiffany diam-siam saling menyukai sejak satu sekolah dan tak sengaja mereka bertemu dalam kejadian yang cukup konyol. Sehingga muncullah rasa itu dalam hati mereka masing-masing. Namun mereka tak tahu perasaan satu sama lain. Malu mengungkapkannya dan malu terhadap orang lain. Malu nelan ludah sendiri sepertinya. Ahhahahaha….

Saat tiffany membawa buku yang lumayan banyak, tak sengaja buku-bukunya terjatuh dan pada saat itu taeyeonlah yang menolongnya membawakan buku-buku itu. Kemudian saat tiffany terpeleset, taeyeon menolongnya, namun malah seperti akan ciuman dan saling pandang. Sooyoung. Hyoyeon dan Yuri heran melihat Taeyeon begitu banyak berubah sejak kehadiran Tiffany. Taeyeon perlahan-lahan berubah. Berangkat sekolah pagi-pagi sekali, rajin belajar dan sifatnyapun sudah berubah total. Semua penghuni sekolah geger dibuatnya. Seorang Kim Taeyeon bisa berubah. Tiffany hwang memang hebat. Hanya itu kata-kata yang dilontarkan semua siswa. Jessica dan Sunny bingung, tumben sahabatnya itu..bisa dibilang suka dengan cowok yang keras seperti taeyeon.

*aduhh jadi pengen ketawa*

“ Yaa..Fany~ahh,,kamu tak salah bukan? Apa kamu sedang sadar sekarang huh??” ucap Jessica heran.

“ waeyo jessie? Memangnya kenapa denganku?aku ini sedang sadar “ ucap fany

“ kamu tak salah suka dengan taeyeon?? Apa kamu yakin taeyeon baik untukmu huh?? Apa kamu tak takut dia akan menyakitimu nanti?” Tanya Jessica

“sepertinya tidak..aku percaya padany. Untuk urusan itu, lihat saja nanti. Yang pasti aku suka padanya “senyum tiffany mengembang seakan sedang berada dalam surga dunia.

“ahh terserah padamulah. Jika nanti ada apa-apa urusin sendiri. Jangan lari padaku “ ujar Jessica dan pergi meninggalkan tiffany sendirian.

“ Ya..Sica~ya,,,sicaaa “ teriak tiffany dan berlari mengejar Jessica.

 

Saat ditaman sekolah…

 

“ Oppa..kenapa oppa mengajakku disini? Apa yang ingin kamu katakana” ucap Sunny dengan penuh kebingungan.

“heem..aku..aku..” hyomin gugup “ Aduhh,,ottoekke..kenapa susah banget rasanya. Cuma bilang sarangahe saja susah..ahh tuhan tolonglah…”batin Hyomin.

“aku apa oppa?? Katakanlah” ujar sunny

“hhhh..”hyomin menghela nafasnya dan bersiap-siap untuk mengutarakan isi hatinya.” Sunny~ahh…aku,,,aku…” ayoo hyomin pasti bisaa” batinnya.

Oppa..katakanlah?” sunny tak sabar

“ hhh,,,Sunny..sejak lama aku menyukaimu. Entah kenapa perasaan ini ada. Ketika melihatmu, bersamamu ada disisimu aku bahagia. Aku mencintaimu Lee Sunny. Saranghaee..maukah kamu menjadi yoejachinguku??” ucap hyomin.

DEGGGG..!!!!!!!!

Sunny bingung,sedih,senang semua jadi satu. Dia senang karena namja yang sangat dia suka mengutarakan isi hatinya namun, disisi lain dia sudah menikah. Apa yang harus dia lakukan. Tanpa sadar sunny menangis dan itu membuat hyomin bingung.

“ sunny~ahh..gwechana?” cemas hyomin.” Mianhae sunny seharusnya aku tidak mengatakannya.mianahe “ hyomin merasa bersalah.

“ aniya Oppa..aniya..bukan salahmu. Aku takut menyakitimu oppa. Aku takut setelah mengatakan ini kamu menjauh dariku.” Mianhae oppa…aku tidak bisa..jeongmal mianhae oppa..hikss” isak sunny

“ maksudmu sunny~ahh” hyomin takut

“ mianhae oppa..jeongmal.aku tidak bisa manjadi yeojachingumu.aku..aku hanya menganggapmu sebagai kakak ku saja..aku tidak memiliki perasaan lebih padamu oppa” tangisan sunny semakin deras. Sunny terpaksa berbohong. Membohongi hatinya. Bagaimana bisa dia menerima sedangkan dia sudah menjadi istri orang lain. Walau tak cinta tapi tetap saja tidak bisa. Meskipun sakit, sunny harus bisa.

Bagaikan petir menyambar. Hyomin tak percaya mendengar ucapan sunny, orang yang sangat dia cintai menolaknya.” Aa.apa..sunny..aku..aku tidak salah mendengarnya bukan? Kamu bercanda sunny~ahh,..

Sunny menggelengkan kepalanya “ jeongmal mianhae oppa..aku tidak bisa. Aku hanya mengganggapmu oppa saja. Mianhae..aku harap oppa masih mau berteman denganku oppa..

“ apa tidak ada cinta untukku sedikit saja sunny?apa semua yang pernah kita lakukan hanya teman semata??”ujar hyomin mencoba meyakinkan sunny

“jeongmal mianhae oppa…mianhae…” sunny semakin deras meneteskan air matanya dan tertunduk lemah.

“tapi…hhh…baiklah sunny~ahh…mungkin aku saja yang terlalu berharap. Maafkan aku dna setidaknya aku tahu perasaanmu sebenarnya padaku “ hyomin kecewa namun untuk beberapa saat dia menarik tubuh sunny dan memeluknya erat. Sunny hanya diam menangis dalam pelukan hyomin. Merasa bersalah dan harus terpaksa memilih dalam pilihan yang sulit. Coba saja keadaaannya tidak seperti ini. Mungkin dia an hyomin akan menjadi pasangan yang bahagia. Coba saja lihat, hyomin namja yang sangat ganteng, baik hati, rajin belajar dan bersekolah, suka menolong dan senyumnya itu sangat menawan. Yoeja siapa yang tak mau dengannya. Namun saat seperti ini sunny terpaksa demi keluarganya.

“ hyomin oppa..saranghae,,mianhae..semoga oppa mengerti “ batin sunny.

“ baiklah sunny jika itu maumu, aku tak akan memaksa. Tapi untuk terakhir kali bolehkan aku menciummu?” ucap hyomin yang membuat sunny gugup dan kaget.

“ci..cium oppa?” lirih sunny. Hyomin mengangguk tersenyum walau hatinya sakit ditolak yoeja kesayangannya itu.

Tanpa aba-aba sunny, hyomin mencium keningnya dengan hangat membuat sunny memejamkan matanya untuk beberapa saat. “ oppa…aku harap oppa tidak marah dan benci padaku. Aku harap oppa masih mau berteman denganku. Maafkan aku oppa. Maaf..” isak sunny dengan hati yang snagat hancur.

“ ne sunny~ahh,,,gwechana…kita masih berteman. Jangan sedih okay? Jelek wajahmu seperti itu” hyomin mengacak-acak rambut sunny.” Aku pergi dulu yah..ada sesuatu yang harus aku kerjakan. Byee sunny..” ucap hyomin meninggalkan sunny, namun ketika membalikkan tubuhnya dari sunny, hyomin menangis.

Sunnt terduduk lemas. Hanya bisa menangis. Ada rasa penyesalan, sedih, sakit. Namun semua membuatnya lega karena dia berani menyelesaikan satu masalahnya walaupun dia harus membohongi perasaannya.

 

Sementaran itu….

 

“Ya..berhenti mengikutiku.!! Bisa tidak kau pergi dari hadapanku..aku muak melihat tingkah sok kerenmu itu” teriak Jessica kesal

Yuri terus saja mengikuti Jessica tanpa wajah berdosa sambil bersiul-siul sedangkan Jessica sangat terganggu oleh kelakuan yuri. Saat yuri lengah Jessica sembunyi menghindari yuri.

Setelah aman Jessica keluar namun tiba-tiba yuri sudah didepannya

“ mau kemana? Kenapa menghindariku terus huh” ucap yuri dengan wajah inocencenya

“kau menyebalkan. Aku tak suka dengan sikapmu seperti itu, sangat menggangguku. Apa semua yeoja kamu perlakukan seperti itu jika kamu suka padanya huh” kesal Jessica

“ tidak..aku tak pernah menyukai yoeja sebelumnya setelah bertemu denganmu” ucap yuri to the point.

“hhhh…”Jessica menghela nafasnya

Tiba-tiba fany datang…” Jessie..hosh..hosh..untung kamu dapat. Aku cari-cariin kemna-mana ternyata pacaran disini sama yuri ya “ goda tiffany sambil mengatur nafasnya

Tukkkk..!!!!!… Jessica mendaratkan jitakan ke kepala tiffany. “ kalau ngomong yang bener. Siapa yang pacaran huh..ada apa kamu mencariku

“ isshh sakit tau..” tiffany mengelus-elus kepalanya.” Sunny dimana? Sejak tadi pagi dia tak ada. Aku cemas.

“ ayo cari dia kalau begitu. Kajjaa..” Jessica menyeret tangan tiffany pergi. “ huhh selamat…” batinnya

“ yuri byeee….” Ucap tiffany.

Yuri hanya bengong sendirian..

 

Tiffany dan Jessica berpapasan dengan hyomin. Wajahnya terlihat sedih dan tak ada senyuman sedikitpun. Duo America itu penasaran dna menanyakan keadaannya. Setelah didesak akhirnya hyomin menceritakan semua yang terjadi dengan dia dan sunny. Tiffany dan Jessica terkejut. Antara percaya dan tidak. Bukankah mereka saling menyukai? Tapi kenapa sunny menolaknya. Apa ada sesuatukah setelah menghibur hyomin, mereka mencari sunny. Setelah mendapati sunny sedang duduk ditaman, mereka menghampirinya.

“ sunny~ah…” Jessica menepuk bahu sunny. Namun dengan sigap sunny menghapus air matanya.

“ gwechana..apa yang terjadi denganmu dan hyomin oppa?” ujar Tiffany

Sunny hanya menggelengkan kepalanya.

“ jangan bohong pada kami sunny. Kami ini sahabatmu. Kenapa kau menolaknya? Bukankah kamu menyukainya?” Jessica penasaran dengan keputusan sunny

“ aku hanya menganggapnya kakak saja sica. Aku hanya menyukainya sebatas teman saja” jelas sunny

“ yakin.??” Desak Jessica

“ ne..waeyo? salah?” ucap sunny

“ tapi sunny kenapa kamu menangis kalau kamu hanya menganggapnya oppa saja” Tanya tiffany

“ aku…aku…” sunny menundukan kepalanya

“ aku apa sunny~ah..kamu mencintainya kan” desak tiffany

“ andwe..aku menyakitinya. Aku takut dengan kejadian ini dia menjauhiku atau mungkin membenciku” jelas sunny

“ jinjja? Apa kamu yakin sunny” tiffany mencoba meyakinkan perasaannya

“ ne..aku mohon jangan ungkit ini lagi. Jebal..” mohon sunny

“ baiklah..semoga keputusanmu benar.” Ucap Jessica

 

 

YoonHyun…..

 

Yoona dan Seohyun sangat giat bekerja dan membantu orangtuanya. Demi kelangsungan hidup mereka. Walau lelah tapi demi keluarga mereka, mereka kuat.

“ umma..appa..aku rindu Nuunaku” desah Yoona ke orangtua mereka.

“ kami juga merindukannya yoong. Tapi bagaimana bisa, jika kita menemuinya disana mungkin kita atau sunny akan disakiti” isak ny.lee.

“ umma…bagaimana keadaan unnie disana. Aku takut mereka menyakiti unniee” seohyun menangis dan memeluk ny. Lee.

“ kita berdoa saja ya nak. Semoga unnie dan nuuna kalian selamat dan kita bisa bertemu nanti” tegar ny.lee.

Tuan lee meneteskan air matanya. Tak bisa berbuat banyak.

“ aku besok mau menemui nuuna disana umma” ujar yoona

“ aku juga ikut oppa” ujar seohyun.

“ andwee..tidak boleh. Kalian bisa celaka. Sabarlah sayang, nuunamu pasti akan baik-baik saja.  Doakan kakak kalian. Umma mohon jangan ya” mohon ny.lee

Tapi umma…” ujar yoona

“ jebal.jangan yoong,,kita pikirkan saja nanti bagaimana agar kalian bisa bertemu dengan kakak kalian “ ujar ny.lee menenangklan kedua anaknya.

Si kembarpun nurut.

 

Sepulang sekolah sunny langsung bekerja. Setelah malam dia pulang kerumah sooyoung.

Namun sooyoung menyambutnya dengan wajah penuh amarah. Sunny takut melihat sooyoung. Sepertinya akan ada sesuatu lagi dengannya.

 

To Be continued…..

 

Saranghaee para readersku..tanpa kalian aku tak bisa semangat. kalian adalah vitaminku selain SNSD unnie tentunya.

aku tak bisa mengucapkan apa-apa selain terimakasih atas pujian, koment, kunjungan dan semuanya…

Iklan

BE MINE [Chap 6]

 

 

 

Auhtor            : Eveel/Stalker

Main Cast       : Sunny & Sooyoung’

Sub                  : Other member SNSD

Genre              : Romantic/Friendship

Type                : Gender bander/Straight

Rated              : T = Teenager

Length            : Chaptered

Disclamer      : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning          : OOC /Alur kecepetan/Bahasa Berantakan/Ga masuk akal/Aneh

 

No Silent reader..!!!

No Plagiator..!!!

Oke lanjut lagi deh dari pada kelamaan nunggu. Kasian Readers-ku tersayang *plaakkk*

 

 

 

Sunny AWAS…!!!!

Sunny menoleh dan BRUKKK… Sebuah Bola Sukses mengenai kepalanya dan Sunny ambruk tak sadarkan diri.

“ Ahh…Aduhh..” Sunny terbangun dan memegang kepalanya.

“ Sunny gwechana?? “ cemas Hyomin

“ Sunny kamu tak apa-apa kan?? Cemas Jessica juga.

“ aku dimana?? “ desah Sunny

“ kamu di UKS bunny. Kamu tadi pingsan.” Ujar hyomin.” Kamu Istrahat ya? Jangan bangun dulu

“ Awas saja mereka. Kalau ketemu aku tak akan biarkan mereka lolos..” Geram Jessica

“ Sudah Jessica..sudah..jangan ribut. Kau tahu mereka seperti apa. Kita tak usah meladeni mereka” Ujar Tiffany sambil meredakan emosi Jessica

“ Tidak Bisa..!! pokoknya awas mereka “ emosi jessica meluap dan Jessica mengepalkan kedua tangannya.

“ Sudah..sudah sica.. kasian sunny harus istrahat.nanti aku Bantu caranya untuk membalas mereka “ ujar hyomin.

Aku keluar dulu ya aku mau kekelas sebentar mengambil sesuatu “ ujar Tiffany

 

Tiffany keluar daru ruang UKS menyusuri lorong sekolah menuju kelas. Tiba-tiba dia dihadang oleh Taeyeon. ‘ Hemm…” Taeyeon berdehem

“ Wae?? Mau apa kamu?? Mau menjahili aku lagi?? “ sinis Tiffany

“ waeyo?? Tidak bolehkah aku berkenalan  denganmu”

“ untuk apa? Seorang Taeyeon mau kenal denganku? Apa jangan-jangan diotakmu itu sudah kamu susun rencana jahatmu untuk mengerjaiku?” sindirnya

Taeyeon mendekat kerah Tiffany, namun tiffany mundur sampai tubuhnya menyentuh tembok.” .Wa..Waee…menjauh dariku “tiffany mendorong tubuh taeyeon namun taeyeon segera menangkap tangan Tiffany. Taeyeon berasa Menangkap sebuah aliran listrik pada tangannya. Tubuhnya serasa kaku ketika memegang tangan tiffany. Tapi dia tak mampu melepaskan tangannya dan terus saja memegang tangan tiffany. Ketika mata mereka saling bertemu taeyeon tak mampu mengucapkan kata sepatahpun. Dia hanya melihat sebuah tatapan mata penuh kehangatan didalamnya. Matanya tak mampu berkedip. Hanya ingin selalu memandang mata Tiffany.

“ Hey..hey,,lepaskan tanganku Kim Taeyeon..” bentak Tiffany. “ kau jangan kurang ajar padaku. Tiffany kembali mendorong tubuh tae-tae dan mereka saling menjauh.

Taeyeon terdiam dan dia lupa apa yang menjadi tujuannya tadi. Jantungnya berdenyut kencang. Tangannya taerus saja memegang dadanya sendiri.

 

Taeyeon Pov

 

Kenapa? Apa yang terjadi padaku? Kenapa tuubuhku kaku saat menatap matanya. Seperti ada suatu aliran ketubuhku saat aku pegang tangannya. Ottoekke? Jantungku sertasa mau meledak. Apa yang terjadi padaku sekarang?? Mata itu begitu teduh dan hangat. tak ingin aku cepat pergi dari sini. Aku ingin terus memandang mata itu. Ahh.. jantungku serasa ingin keluar. Sangat keras..dan keras berdenyut. Apa aku…ahh tidak..tidak..mana mungkin seornag Kim Taeyeon bisa jatuh cinta. Apa lg seorang gadis sepertinya. Tapi kenapa begitu lain?? Ahhh…aku bingung…

 

Normal Pov

Taeyeon terus saja memegang dadanya. Matanya terus tertuju kepada tiffany. Tiffany melihatnya bingung.

“ hey..hey..kau kenapa? Kesambet ya? “ ujar tiffany sambil melambai-lambaikan tangannya ketaeyeon.

“ehh..aniyaa..aniyaa..” taeyeon berlari meninggalkan tiffany begitu saja.

Tiffany bingung melihat kelakuan taeyeon. “ dasar namja aneh “ ujarnya dan berlalu.

 

Diruang UKS Sunny dan Hyomin hanya tinggal berdua saja. Karena Jessica pergi entah kemana. Suaasana hening menyelimuti. Mereka tampak malu satu sama lain.

“ hemm,,Sunny~ah..’hyomin gugup

“ Ne Oppa.Waeyo??” ucap Sunny

“ ee…heem..Aduh aku harus bilang apa ya?” batinnya

“ Wae Oppa..kenapa gugup? Oppa sakitkah? “ cemas sunny

“ aniyaa..maksudnya bagaimana keadaanmu sekarang? Sudah baikan?

“ Sedikit pusing Oppa…tapi aku masih banyak yang harus dikerjakan “ ucap Sunny

“ Aniyaa..Sunny kamu harus istirahat. Kamu harus makan. Tubuhmu lemah dan kurus. Apa kamu jarang makan huh??” Tanya Hyomin.

Sunny hanya diam. Karena memang yang dikatakan Hyomin benar. Tapi dia tak mau hyomin cemas padanya.

“ Kamu diam berarti iya kan? Aku sudah bilang makanlah yang teratur walau kamu tak nafsu sekalipun. Jangan sampai sakit seperti ini sunny~ah…” Hyomin memegang tangannya dan mengelus-elus tangan Sunny.

“ Omoo…jantungku berdetak kencang sekali. Aduhh…” batin Sunny

Tiba-tiba hyomin mencium kening Sunny dan alhasil membuat Sunny kaget. Wajahnya memerah seketika. Sunny hanya diam karena dia suka dengan perlakuan Hyomin (cieee..). ehh..mianhae Sunny aku tak bermaksud kurang ajar padamu..aku..aku..aku kekantin dulu membelikanmu bubur. Kamu tunggu disini ya” ujar Hyomin. Karena malu dia pergi begitu saja. Mereka tak sadar diluar jendela Sooyoung mengintip mereka. Setelah Hyomin keluar, Sooyoung masuk keruangan UKS dimana Sunny berada.

“ Apa dramanya sudah selesai?” ujar sooyoung yang mengagetkan Sunny.” Kau suka dicium namja itu?apa namja itu pacarmu???

“ u..uuntuk apa kau kesini “ gugup Sunny

“ terserah aku..ini sekolahku untuk apa kau melarangku? “ sinis Sooyoung dan mendekati Sunny.

“Namja itu pacarmu huh??” selidik Sooyoung

“ a..aniyaa…Wae..kalau dia pacarku, kau mau apa?”Sunny memberanikah dirinya

“ bagus..Bagus…setelah kau, dia akan menjadi taergetku “ gertak Sooyoung

“ Andweee…jangan sakiti dia. Dia tidak salah. Kau kenapa selalu menyakiti orang yang dekat denganku “ marah Sunny.

Sunny berusaha untuk bangun tapi kepalanya kembali pusing. “ aww…kepalaku..”ujar Sunny sambil memegangi kepalanya dna kembali terbaring.

“ Bangun saja kau tak bisa, bagaimana kau mau mencegahku huh?sindir sooyoung

“ kau kau..kalau kau gentle, hadapi aku saja, jangan libatkan mereka” teriak Sunny.

“ sooyoung mendekat kesunny dan menopang tubuhnya dengan kedua tangannya diranjang.” Kau berani padaku??”aku suamimu dan dia pacarmu?haha hebat sekali kau gadis pendek”

“YA..kenapa memangnya aku pendek?? Dan ku bukan gadis seperti yang kamu kira “ teriak Sunny.

“ kalau begitu aku bisa menciummu kan? “ Sooyoung mendekatkan wajahnya ke wajah Sunny, namun sunny menahan tubuhnya. Seketika itu mata mereka saling bertemu satu sama lain. DEG..!!!

 

Sooyoung Pov

 

“ apa..ada apa dengan diriku..hatiku gelisah melihatnya, jantungku berdebar. Andwee..tidak mungkin..aku ..ahh.matanya begitu indah..wajahnya seperti..seperti dewi…sangat…sangat..cantik..baru pertama kali aku melihat dewi sepertinya…

Ahhhhh Tidakk…bodoh kamu Soo..jangan percaya dengan yoeja,,,arghhhh “

 

Normal Pov

Sooyoung menatap lekat-lekat mata sunny, dia tersadar dan mendorong tubuh Sunny kembali. Sunny hanya diam, dia bingung melihak kelakuaan aneh Sooyoung.

“ Ya..kau jangan berani menggodaku “ teriak Sooyoung. Sunny yang bingung atas ucapan sooyoung dan membalas “ kapan aku menggodamu? Aku hanya diam. Kamu terus yang mengerjaiku”.

“ a.awas kau pendek “ ucap sooyoung dan keluar dari ruangan itu.

 

Setelah kejadian itu. Sooyoung terus mengusik hidup Sunny. Mulai dirumah, sekolah ditempat kerja, dimana-mana. Sunny tetap sabar menghadapinya. Seketika itu perlakuan kasar Soyoung ke Sunny mulai jarang dilakukan dan bahkan tidak pernah. Sooyoung hanya membentak sunny jika dia marah padanya. Namun suatu ketika sooyoung pulang dalam keadaan basah kuyup karena kehujanan. Sebelumnya dia bertengkar dengan Appanya.

 

“Soo..sooyoung~sshi..kamu kenapa? Kenapa basah kuyup”? ucap sunny yang segera mengambilkannya handuk . sooyong hanya diam menatap Sunny dan terus berjalan meninggalkan Sunny. Namun sunny berusaha mengejar dan memberikan handuk kepadanya. “ Ya… pergi kau.. jangan ikuti aku “ bentak sooyoung dan membuat sunny kaget terdiam. Namun tiba-tiba Sooyoung terjatuh pingsan.

“ Ya ampun badannya panas.” Ucap sunny.

Sunny segera membawanya kekamar dibantu para pelayan sooyoung. Sunny membantu menggantikan pakaian sooyoung yang basah dengan pakaian hangat yang baru. Menyelimuti tubuh sooyoung dengan selimut tebal. Kemudian sunny mengambil air hangat dan kompresan untuk mengompres sooyoung. Setelah itu  membuatkan sooyoung bubur dan minuman hangat, lalu menunggui Sooyoung sampai dia terbangun. (istri yang telaten).

 

Sooyoung Pov

 

Aku memasuki sebuah gerbang. Aku penasaran dan membuka pintu berbang itu. Aku melihat tempat penuh dengan bunga, tanaman yang begitu indah, subur, juga danau yang jernih airnya. Dimanakah aku sekarang? Aku tidak tahu kenapa aku bisa sampai disini.

Aku berjalan menyusuri tempat yang asing bagiku,namun sangat indah sekali. Langkahku terhenti ketika aku melihat seseorang wnaita dengan gaun putih. Duduk membelakangiku dan menghadap danau. Aku penasaran siapa yoeja itu. Akhirnya aku beranikan diri mendekat. Namun yeoja itu membalikkan tubuhnya. Aku terkejut setelah melihat siapa dia. “ Umma…Ummakah itu?tanyaku.

“ Sooyoungie..Anakku..” yoeja yang dipanggil sooyoung umma itu tersenyum

“ Umma…Umma..kenapa baru dating..aku merindukanmu umma “ ujar sooyoung dan memeluk tubuh hangat ummanya.

“ Choi Sooyoung..umma juga rindu padamu “ yoeja itu mengelus kepala Sooyoung.” Kau tahu kenapa kamu berada disini?

“ aniya Umma..apa aku sudah mati? Ujar sooyoung polos.

“ kamu tahu apa salahmu sooyoung?

“Salahku Umma?? Apa salahku? Apa aku menyakitimu umma?” sooyoung bingung dengan ucapan ummanya itu.

“ kau tahu siapa yoeja yang dirumahmu itu? Yang sekarang telah menjadi istrimu? Yang kamu siksa? Apa kau lupa dengan janjimu dulu??” umma sooyoung menatap lembut anaknya itu.

Seketika sooyoung terdiam dan menunduk.”umma kenapa bisa tahu semuanya?

“umma tahu tentang dirimu dan keluarga kita anakku. Kenapa kamu tega menyakitinya? Apa dia bersalah padamu? Umma tahu dia yoeja yang baik.kenapa kamu lakukan itu? Itu sama saja kamu menyakiti umma karena dia dan umma sama-sama seorang yoeja sooyoung.” Ucapnya lagi

“ Mianahe Umma,,jeongmal mianahe.aku…aku Cuma disuruh appa..dan aku tak tahu kenapa harus menurutinya umma..aku salah umma” sooyoung menunduk

“umma sangat sedih sekali kamu jadi seperti ini. Kamu bukan anak yang baik. Mana anak umma yang baik, pintar dan sopan? Rubahlah sikapmu sooyoung. Kamu sudah besar. Jangan ikuti sifat buruk appamu dna jika kamu mampu umma minta padamu rubahlah sifat buruk appamu. Umma sangat kecewa keluarga kita seperti ini. Umma kecewa padamu sooyoung”.

“ jeongmal mianahe umma..jeongmal..mianhae umma..” sooyoung menangis dan berlutut memeluk kaki ummanya.

“Bangun sooyoung..bangunlah..” yoeja itu menarik tubuh sooyoung.” Umma memafkanmu jika, kamu mau berubah menjadi anak baik, minta maaflah ke yoeja itu dna keluarganya. Bantu mereka kembalikan hak mereka. Jika tidak kamu tidak akan melihat umma lagi. Arra??” ucapnya lagi

“ ne umma..aku akan berusaha..maafkan aku umma..dia yang membuat aku seperti ini sejak kamu meninggalkanmu umma.”aku ingin umma ada untukku. Aku merindukanmu umma..”sooyoung memeluk ummanya kembali.

“ dunia kita beda sayang. Kamu anak yang kuat. Aku pasti bisa..jika  kamu rindu umma, datanglah ketempat umma diistirahatkan. Sekarang umma harus pergi nak…” yoeja itu melepaskan pelukan sooyoung dan menghilang begitu saja. “ Umma..ummaa jangan pergi…umaaaa……” teriak Sooyoung.

 

Normal Pov

 

Ummaaa…..”teriak Sooyoung dan membuat Sunny kaget “ apa dia bermimpi” batin Sunny. Sooyoung terus saja berteriak dan akhirnya dia terbangun.

“ Umma….hoshh..hosh..” umma dimana.” Teriak sooyoung

“umma??? Memangnya ummanya dimana? Kenapa setelah 4 bulan aku baru mendengar dia memanggil ummanya dan aku juga tidak melihat ummanya. “ batin Sunny.

Sooyoung sadar dan melihat sekeliling. Dia mulai mencerna semua yang dia alami. “ apa aku bermimpi?. Tapi itu terlihat nyata “ batinnya. Kemudian sooyoung melihat sunny disampingnya. “ ya..kenapa kau disini pendek “ ejek sooyoung.

“ kau sakit. Tadi kau pingsan jadi aku menungguimu disini “ ucap sunny dengan sedikit kesal karena sooyoung memanggilnya pendek.

Kemudian sooyoung bangun dari tempat tidurnya. “ minggir” ketus sooyoung.

“ Hey..kamu sakit. Kamu harus makan. Aku sudah membuatkanmu bubur” ucap Sunny dan menahan sooyoung.

“Ya..apa urusanmu huh..” aku tak peduli dan tak ada yang peduli padaku” sooyoung berjalan tapi kemudian memegangi perutnya karena lapar. Kalau dia minta makanan itu namanya cari malu.

“ beneran kamu tak mau makan??” ujar sunny.” Kalau iya aku akan membawa makanan ini kedapur lagi. Sayang kalau dibuang, tapi apa boleh buat.”sunny membawa makanannya keluar. Tapi sooyoung merebutnya dari tangan sunny. “ kalau kamu maksa, baiklah. Aku akan makan sendiri.” Sooyoung duduk dan makan bubur buatan sunny. “ Hey..kenapa kau masih disini? Keluar sana “ usir sooyoung.

“ sunny keluar dengan wajah bingung dan aneh. Pertama kali melihat sooyoung seperti itu dan siapa yang memaksanya? Aneh.” Batin sunny

 

 

 

hahahahaha….

apa ya? bingung author harus ngomong apa….==a

inget Koment ya…dikit amat yang koment…

kalo masih dikit author ga lanjutijn neh..*ngancem*

hehehe thanks yg udah mampir ya..trus udah kasi kripik lagi..heehehe

kamsahmnidda ^^

 

BE MINE [Chap 5]

Auhtor            : Eveel/Stalker

Main Cast       : Sunny & Sooyoung’

Sub                  : Other member SNSD

Genre              : Romantic/Friendship

Type                : Gender bander/Straight

Rated              : T = Teenager

Length            : Chaptered

Disclamer      : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning          : OOC /Alur kecepetan/Bahasa Berantakan/Ga masuk akal/Aneh

No Silent reader..!!!

No Plagiator..!!!

“Kau Pikir kau bisa lari semudah itu haa??” Bentak Sooyoung.

Aniyaa..itu,tidak seperti yang kamu lihat “ ujar sunny gugup

“ ahahhaa kau mencoba mengecohku lagi?? Kau mau kabur bukan? Buktinya kau sekrang berada disini?” ujar Sooyoung

“Aniyaa,,,aku benar-benar tidak kabur. Tadi temanku mengantarku, aku bingung harus kemana. Aku suruh dia kesini biar dia tak curiga kepadaku” sunny berusaha membela

Sooyoung menarik kerah Baju Sunny dan mendekatkannya padanya.

“ Kau mau menipuku lagi Haa?? Apa aku harus menyekapmu kembali??” gertak Sooyoung

“ Jebal…Andweeee…sungguh aku tak bohong. Jebal jangan lakukan itu. Aku tak akan seperti ini lagi “ isak Sunny

Sooyoung melihat mata Sunny lekat-lekat dan kemudian tak tahu kenapa dia menelan ludahnya. Sooyoungpun melepaskan pegangannya. “ Ayo Pulang Ajushi” perintah Sooyoung.

Sunny hanya diam. Selama perjalanan begitu juga dengan Sooyoung.

Sekolah…..

Semua murid di Busan Foreign Language High School sedang berkumpul.

“ semuaaa harap diam..2 hari lagi adalah perayaan sekolah. Kalian tentunya sudah tahu setiap 2 tahun sekali sekolah kita dengan sekolah CheongShim International Academy akan berada dalam satu sekolah dan bersama-sama belajar dan bekerja untuk perayaan dan akademi sekolah. Jadi selama beberapa bulan kedepan kita akan melakukan aktifitas kita disana. Dan bla..bla..blaa…” oceh sang kepala sekolah.

Semua murid-murid bersorak riang. Entahlah apa yang mereka gembirakan. Apa ada seseorang yg mereka sukai disekolah itu atau siapa yang tahu.

“ jadi kita benar-benar akan kesana??” ujar Jessica sambil memutar bola matanya.

“memangnya kenapa Jessie??” ujar fany

“ kau tahu..aku mendengar dari beberapa murid, disana ada sbuah genk yang terkenal sangat bad banget..sangat-sangat berkuasa sampai-sampai guru disana menyerah dan takut dengan mereka. Ya bisa dibilang takut dipecat karena beberapa dari mereka itu anak orang kaya yang orangtua mereka sebagai penyumbang terbesar disana. Bias dipastikan mereka akan berbuat semena-mena kepada siapapun yang berani kepada mereka. Kalau tak salah namanya The Grim Reaper sang malaikat maut. “ cerocos Jessica

“kau tahu sampai ke hal seperti itu Jessie “ Fany bingung

“ biarkanlah…itu bukan urusan kita Jessica~yaa..” desah Sunny

“ whot?? Are u kidding me?? Jadi urusan kita karena kita akan satu sekolah dengan mereka. Jika nanti kita dikerjai bagaimana?? “ kagetnya

“ kau takut?? “ sunny menaikan aliasnya dan menatap Jessica

“Yaaa…aku tak takut..jangan menatapku seperti itu Sunny~ahhh “ Bela Jessica

“Sudahlah kita jadi bagian dari anggota Osis pikirkan nanti apa yang akan kita kerjakan disana.” Ucap Sunny

“ Baiklah Ketua Osisku yg imut” Jessica mencubit pipi Sunny

Tiffany hanya tertawa melihat mereka. Dan akhirnya menyiapkan segala sesuatu untuk hari besok menuju sekolah CheongShim.

 

“Kalian siaapp?? “ ujar sanga kepala sekolah dengan semangat

“Siaaaaaaaaapppp “ sambut para murid dengan antusias.

“selama berada disana kalian harus menjaga kedisiplinan dan sikap kalian. Jangan sampai membuat keributan. Ayo kita berangkat “ kepala sekolah mengarahkan murid-muridnya

Setelah sampai ditempat tujuan. Murid-murid disekolah CheongShin menyambut mereka dan berkumpul dihalaman sekolah. Setelah diberikan pengarahan dan apa yang harus dilakukan selama mereka dalam satu sekolah. Karena Sunny dan kedua temannnya adalah anggota Osis jadi mereka bertugas menyusun rencana bersama Osis disekolah itu. Setelah dirasa cukup mereka membuabarkan diri dan masuk ke ruangan yang sudah disediakan untuk sekolah mereka. Ketika menuju keruangan itu, tiba –tiba..

BRUKKKK…

Awww… teriak Tiffany yang tak sengaja menabrak Beberapa Cowok.

Tiffany…” Teriak Sunny dan Jessica

Gwechana Fany~ahh??

Nee Gwechanayoo “ sica..

Sunsicapun membantu Tiffany berdiri. Setelah itu mereka baru ngeh kalau beberapa namja sejak lama berdiri didepan mereka. Ekspresi Jessica dan Tiffany hanya diam berdiri sedangkan Ekspresi Sunny begitu terkejut. Jantungnya seakan diam.

 

Sunny Pov

 

Aku membantu tiffany untuk berdiri, setelah itu aku melihat beberapa namja yang berdiri didepan kami. DEG….aku sungguh terkejut. Salah satu dari anak sekolah ini adalah Sooyoung..Choi Sooyoung “ Batinku. Aku bingung harus bagaimana? Mana bisa aku satu sekolah dengan dia? Orang yang sangat egois. Suka kekerasan dan suka semena-mena dengan orang lain. Ottoeekee?? Ingin sekali aku pergi dari tempat ini dan tak pernah melihatnya lagi. Kalaupun tidak bisa aku hanya ingin dia berubah menjadi anak baik. Aku berusaha mengontrol diriku, aku akan pura-pura tak tahu. Semoga saja pikirannya sama denganku. Ya Tuhann..Tolonglah aku..” batinku kembali

 

Sunny Pov End

 

“ heyy Kau tak punya mata ha?? Main tabrak seenaknya. Kau tau siapa kami?? “ salah satu dari mereka yang paling pendek ngomong sambil membersihkan bajunya.

“ Sepertinya mereka mau kenalan dengan kita Taeyeon.” Ujar namja satu lagi yang tinngginya dengan Sooyoung

“ M…Miaanhaee..aku benar-benar tidak sengaja “ tiffany membungkukkan badannya.

“ lain kali jalan hati-hati untung saja bajuku tidak kotor karenamu “ ketus Taeyeon

“Heh..temanku sudah minta maaf padamu kenapa kau sombong seperti itu hah??” Jessica mengeluarkan Ice Glarenya

“ wow..woow…ada pahlawannya niee” Sindir taeyeon.

“ taeyeon..kalau sama Yoeja cantik seperti mereka jangan galak-galak. Mending kita jadiin pacar kita saja “ Sindir Yuri

“ Cih…Sorry aku ga mau jadi pacar seorang playboy sepertimu “ sinis Jessica

“ jangan munafik gitu dunk..siapa sih yang tak mau dengan orang super ganteng sepertiku “ sombong Yuri lagi

Dasar Playboy “ celetuk Hyoyeon

“Hey Kau…” yuri menunjuk Hyoyeon

“ hehehhee” hyoyeon Cuma nyengir

“ Cih..ganteng?? ganteng dari atas menara pisa. Enek lama-lama aku mendengar ocehanmu “ Jessica memanas

“ Jangan sombong kau.nanti kau juga akan suka padaku “

“hahaha apa?? Cihh sorry kamu bukan tipeku..ga kebalik tuh?? Kamu akan bertekuk lutut padaku” minggir kalian menghalangi jalan kami “ ujar Jessica dengan emosi

“ Kalian Tidak Tahu kami heh?? “ sinis Hyoyeon

“ Mana aku tahu, lagian aku tak mau tahu “ sinis Jessica

“ Sudah-sudah..Aku yang salah sica. Jangan rebut. Cepat kita kekelas “ ajak Tiffany

“ Tapi Fany~ahh “ belum Jessica melanjutkan bicaranya, Tiffany memotong kata-katanya.

“ Gwechana..ayoo “ sekali lagi Mianahee “ ujar Tiffany

Sunny tak mendengar apappun yang mereka katakan. Matanya hanya tertuju pada Sooyoung. Disaat yang bersamaan Sooyoung menatapnya tajam. Rasa cemas dan takut menghantuinya. Kakinya berat untuk melangkah. Matanya tak berkedip sedikitpun sampai-sampai Tiffany dan Jessica memanggilnya tak didengar olehnya.

“ Sunny..Sunny..Lee Sunny….” Teriak Jessica

Sunny tersadar oleh teriakannya. “ Waeyo Sica~ya…m..mianhaee aku tak mendengarmu “ ujar Sunny

“ Ayo pergi dari sini. Aku lama-lama ingin muntah “ Sinis Jessica.

Ketika ingin pergi. mereka mencegat langkah Jessica, Sunny dan Tiffany

“ Heh..Minggir kalian “ Ujar Jessica kembali menatap mereka dengan tatapan mematikan.

“ kalian tak akan semudah itu lolos dari kami, kalian sudah berurusan dengan Grim Reapper. Jadi kalian akan jadi mainan kami selanjutnya “ Ujar Sooyoung

“ Whot?? Apa urusan loe..woi…nyadar kalian. Jangan main-main denganku “ gertak Jessica.

“ Sepertinya mereka memang cari mati dengan Kita Soo “ ujar Taeyeon

“ Aku Bilang MINGGIRR……..” Teriakan Jessica Membuat mereka kaget dan menutup telinga

Jessica dan Tiffany melangkah pergi. Sunny menyusul dibelakang. Tapi Tiba-tiba Sooyoung memegang Lengan Sunny, Sunny kaget. Apa yang akan sooyoung lakukan kepadanya lagi? “ sooyoung membisikan sesuatu ke Sunny

“sekarang kita sudah satu sekolah. Jika kamu macam-macam aku bisa saja membongkar semuanya kemereka dan mungkin kamu akan dikeluarkan dari sini” ancam Sooyoung.

Sunny hanya gemetaran. Dia ketakutan. Dia hanya mengangguk pelan dan tak menoleh ke sooyoung. “ a..aakuu,iingin per..pergi jebal lepaskan aku “ Gugup Sunny

Jessica dan Tiffany tidak menyadari kalau sunny tak ada dibelakang mereka. Jessica kesal dengan namja sombong itu, dia terus mengoceh tak jelas.

“ Kau tau,,aku ingin menendangnya keplanet mars..” arhhh ..” kesal Jessica

“ Sunny kau kenapa diam?? Tanya Jessica

Tak ada sahutan mereka berbalik dan tak mendapati sunny dibelakang mereka, mereka saling menatap dan “ ASTAGA,,,SUNNY….” Teriak mereka dan kembali ketempat mereka tadi. Merekapun melihat Sunny hanya diam seperti patung. tak bergerak sedikitpun

“ Sunny Gwechana??” Cemas Tiffany

Sunny hanya diam seribu bahasa. Kedua sahabatnya hanya saling menatap bingung.

“ Sunny..Sunny..” Teriak Jessica lagi.

Sunny tersadar lagi. Ahhh “ dia kaget.

“ Sunny kau tak apa- apa kan? Kau diapan oleh namja gila itu??” ujar Jessica

“ A.Anniyaa Gwechanaa “ ujar sunny gugup

“ Benarkah?? “lirik Fany

“ Ne..nee cepat kita kekelas “ ujar Sunny

Merekapun berlarian menuju kelas. Setelah seminggu mereka melaksanakan seluruh kegiatan yang ada disekolah dan selama itu mereka terus dijahili oleh Grim reapper..tak henti-henti mereka membuat ulah. Para guru sudah menyerah. Percuma menghadapi orang-orang yang mengatasnamakan kedudukan dan materi. Tiba waktunya untuk pertandingan basket putra dan putri. Tim basket putra dari sekolah sunny melawan tim basket putra dari sekolah sooyoung. Dan tentu saja Sooyoung, Taeyeon, Hyoyeon dan Yuri yang mewakili. Dan dipastikan mereka yang menang. Karena permainan mereka keras dan bisa dibilang baik. Karena mereka atlit basket selain pembuat keonaran dimana-mana. Tim basket putrid diwakili oleh Sunny, Jessica, Tiffany dan beberapa teman basket mereka dan akhirnya menang melawan Tim basket sekolah sooyoung. Tiba saatnya unuk mereka berhadap-hadapan. Yuri hanya senyam-senyum menatap Jessica. Namun Jessica keburu muntah melihat tampang begonya itu. Sedangkan yang lain hanya saling menatap tajam. Hanya sunny yang diam seribu bahasa. Takut-takut mereka melakukan kekerasan dalam pertandingan. Pertandinganpun dimulai. Perlahan Jessica menggiring Bola basket. Tim namja mulai mengejar dna Yurilah yang paling cepat mengejar Jessica. Yuri berusaha menggoda Jessica tapi tak mempan dan..Masuk.!!! 1-0 untuk Busan Foreign school. Pertadingan semakin seru hingga 40- 43 untuk GyomShin. Saat Sunny mendrible bola dan akan  memasukan ke ring. Dengan cepat Sooyoung menyilat kaki Sunny dan merebut dengan paksa Bola dari tangannya. Sunny terjatuh.
” AHh…” kedua sahabatnya berteriak dan menolongnya.

“ Hey..kau,,curang.ini tidka bisaa..” Jessica marah

“ Sunny kau baik-baik saja?

“ nee Aku tak apa-apa “ ujar Sunny dan bangun namun kakinya merasa sakit.” Ayo lanjutkan pertandingan ini “ perintah sunny

Merekapun melanjutkan pertandingan kembali. Jessica semakin emosi karena mereka mulai bermain kasar. (sama Yeoja ko kasar  (“= =a).

Sunny berkali-kali terjatuh akibat ulah Sooyoung. Namun dia bisa melanjutkan pertandingan dengan rasa sakit.

Dari sisi Lapangan Hyomin meneriaki Sunny dna melambai-lambaikan tangannya kearah Sunny memberi semangat, Sunnypun membalas dengan Senyum Imutnya. Namun Sebuah Bola Melayang kearah Sunny..” Jessica dan Tiffany Teriak kepadanya “ Sunny Awass..!!!!

Sunny menoleh dan….

Apa yang akan terjadi dengan Sunny selanjutnya??

Tunngu part selanjutnya..

BE MINE [Chap 4]

BE MINE  [Chap 4]

 

 

Auhtor            : Eveel/Stalker

Main Cast       : Sunny & Sooyoung’

Sub                  : Other member SNSD

Genre              : Romantic/Friendship

Type                : Gender bander/Straight

Rated              : T = Teenager

Length            : Chaptered

Disclamer      : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning          : OOC /Alur kecepetan/Bahasa Berantakan/Ga masuk akal/Aneh

 

No Silent reader..!!!

No Plagiator..!!!

 

 

 

Dikediaman keluarga Lee. Semua terasa sepi dan ada yang kurang dari mereka. Seperti tak mampu untuk hidup lagi. Tapi demi keselamatan keluarga mereka, mereka mampu bertahan. Walau sesungguhnya dirasa sakit. Tak mampu berbuat apa-apa kecuali terus berjuang demi kelangsungan hidup dan pasrahkan diri kepada Tuhan.

“Oppa..aku takut..” keluh Seohyun.

“ wae hyuniee?? Kenapa takut? Apa ada yang menyakitimu? “ ujar Yoona

“ My Friends Ignored Me at My School Oppa..setelah mereka tahu aku tak punya apa-apa” ujarnya. Tak terasa air matanya menetes.

“ Sabar ya hyunie sayang. Semua pasti akan baik-baik saja. Jangan pikirkan perkataan mereka. Biarkan saja. Mereka tak tahu dirimu. Jadi untuk apa kamu memikirkan mereka. Aku tahu kamu orang yang tegar hyuniee “ ujar Yoona sambil mengusap air matanya kemudian memeluk dongsaengnya itu.

“ kau sekarang bisa tahu mana teman yang baik untukmu dan mana yang tak baik. Arra??” ujar Yoona

“ arraseyo Oppa..Gomapta Oppa..your’re so awesome Oppa for me “ ujarnya.

Kita jangan sedih. Kita harus tegar. Semangat. Hari masih panjang saeng. Kita harus bias membantu Umma dan Appa..mereka pasti lebih sedih dari kita. Jangan biarkan siapapun menyakiti keluarga kita hyuniee “ ujarnya.

“ Ne Oppa aku setuju dengannmu. Pasti Unnie Sunny juga akan begitu jika dia disini oppa” keluh seohyun.

“ Nee..kita harus bisa saeng. Aku kangen Pada Noonaa…” Yoona menunduk sebentar.

“Nee oppa..aku juga. Semoga nanti kita bisa membawanya pulang oppa”.

“ Harus saeng.” Oh yaa..aku tadi melamar pekerjaan disebuah Café. Dan aku diterima hyuniee..mulai besok aku sudah bekerja sepulang sekolah sampai jam 8 malam.” Ujar Yoona

“ Jinjja Oppa?? Semangat ya..aku juga akan membantu. Aku sudah diterima juga di sebuah pusat perbelanjaan oppa. “ ujarnya.

Aku akan memberitahu umma dan appa setelah ini kau mau ikut?? “ ucap yoona

Tentu saja Oppa..Kajja…”ajak seohyun.

Merekapun memberitahukan tentang pekerjaan mereka. Semula Appa mereka tak setuju karena takut terjadi sesuatu dengan anaknya nanti saat bekerja ataupun dijalan. Tapi dengan penuh keyakinan mereka meyakinkan orangtua mereka. Akhirnya mereka setuju. Dengan harapan besar si kembar bisa membantu orangtua mereka.

 

Sooyoung masuk keruangan dimana sunny disekap bersama appanya. Sunny melihat mereka, namum hanya samara-samar. Apa yang akan dilakukan mereka kali ini. Diapun tak tahu.

“ bagus Soo…kamu melakukannya dengan baik. Kau anak yang pintar” ujar choi

Sooyoung hanya mendengus kesal. Jika mau appanya dia lakukan pasti appanya baik dan memujinya. Jika tidak ada urusan, melihatnyapun tidak. (kasiann). Choi kemudian mendekat kerah Sunny.’

“ bagaimana gadis manis? Ujar choi dengan licik’

Sunny hanya diam. Tak menggubris.

“ heyy..kenapa diam?? “ bentak si choi

“ lalu aku harus bilang apa lagi?” ujar sunny dengan sinis

“Ya berani sekali kau..” Ujar Sooyoung.

“ Sudahlah, biarkan gadis ini. Kau urusi saja gadis ini. Terserah apa yang kamu mau lakukan padanya. Sekarang kita keluar dar sini” ujar choi

Tapi beberapa langkah mereka keluar sunny memanggil mereka.

“ Jankkanmman Ajushi…jankanmman..” teriak Sunny sambil berusaha keras bangun walaupun tubuhnya masih terikat. Sunny berusaha turun tapi kemudian tubuhnya terjatuh. Dia masih berusaha untuk duduk dan akhirnya bias duduk. Namun kedua orang itu hanya diam saja melihat ( ga bantuin kek kejem amat)

“ Ada apa? Apa kau ingin aku melepaskanmu?? Sudah kau bilang tak akan” ujar mr.choi licik.

“ aku hanya ingin sekolah dan bekerja diluar. Jebal ijinkan aku. “ mohon Sunny’

“ Andwee…aku tahu rencanamu. Kau pasti ingin kabur bukan?? Dengan dalih ingin sekolah??” ujar choi

“ Aniyaaa…aku jujur. Aku hanya ingin sekolah dan bekerja membantu ornagtuaku. Jeball…aku mohon. Aku tak akan kabur. Kalau aku kabur, pasti kamu akan menyakiti keluargaku kan? “ ujar Sunny

Setelah Sunny berusaha meyakinkan mereka dan terus memohon-mohon agar diijinkan. Setelah lama berfikir panjang dan menimang-nimang?, mereka mengijinkan Sunny bersekolah dan bekerja. Dengan catatan, dia akan terus diawasi oleh anak buah mereka, tidak boleh bertemu dengan keluarganya. Jika melanggar matilah dia. (astagaa XD)

Besok harinya…

Sunny sudah memakai pakaian sekolahnya dengan lengkap. Setelah membersihkan rumah. Dia tampak kelelahan dan lemas. Tapi dia berusaha meyakinkan dirinya untuk berjuang. Mr. Choi sudah berangkat ke kantornya. Sedangkan Sooyoung berada diruang entah dimana itu. Sunny dan Sooyoung berbeda Sekolah. Sunny bersekolah di Busan Foreign Language High School. Sedangkan Sooyoung bersekolah di CheongShim International Academy. Tanpa disadari sekolah mereka setiap 2 tahun akan mengadakan sebuah acara yang akan membuat semua penghuni sekolah dalam satu sekolah selama sebulan. Sunny melihat dirinya dalam cermin.

“ Lihatlah dirimu Lee Sunny. Kau pintar, berusahalah sekuat dirimu. Ingatlah keluargamu. Kamu pasti bisa Sunny. Hwaiting..!!! “ ujarnya dalam hati.

Sunny. Sooyoung yang berada dibelakangnya membuat Sunny kaget.

“ kau piker kau cantik?? “ ejek Sooyoung

Sunny hahnya diam dan berjalan mendahului Sooyoung. Tapi sooyoung mencegatnya.

“ Kau…you ignore me “ ucap sooyoung menatap sunny tajam.

“ Sunny melepaskan  berbalik dan berkata “  I’m not ignored you.I must go to school. I scared too late.mianhaee .. I went and please move a side “ ujar Sunny dengan polos dan meninggalkan Sooyoung yang bengong sendirian dikamar.

Sunny berjalan kaki menuju sekolahnya. Setelah sampai didepan Sekolah, Sunny menarik nafasnya dan mengucapkan doa. Lalu masuk ke gerbang sekolah menuju halaman sekolah. Sunny berjalan dikoridor sekolah. Semua siswa melihat dan saling berbisik. Sunny hanya menghela nafas dan terus berjalan tak menghiraukan mereka. Dalam hatinya mungkin mereka semua sudah tahu keadaannya. Sunny terus berlalu menuju kelasnya. “Sunnyyy…seseorang memanggilnya. Sunny menoleh kebelakang dan..sebuah pelukan erat dia dapatkan.

“ Sunny..kamu kemana saja?? Aku kangen sama kamu “ Ucap Jessica dan Tiffany

“ kamu kmnaa sunny??

“ aduhh,,nanti aku bisa mati kalau kalian tidak melepaskan kau “ goda sunny

Merekapun duduk dibangku taman. Kedua sahabatnya penasaran menanti jawaban sunny.

“ Sunny…kami tahu keadaanmu. Maaf kami bukan sahabat yang baik untukmu. Kami tak ada disaat km susah “ isak Tiffany.

Jessicapun sama mengangguk membenarkan perkataan Tiffany. Sunny hanya tersenyum

“ Aduhh,,kalian kenapa sih? Kalian adalah sahabat yang baik untuku “ senyum sunny walau dengan didalamnya sedih.

“ jangan berbohong seperti sunny, kami tahu, kalian..maaf..perusahaan ayahmu bangkrut dan kalian jatuh miskin kan? Aku mendengar dari tetanggamu.” Ucap fany

“ sabarlah Sunny, kami tahu perasaanmu. Kami akan selalu membantumu sunny. Mianhaee…” isak Jessica

Sunny memeluk Jessica dan meneteskan air matanya. Setelah itu mereka saling kangen-kangenan. Lama mereka ngobrol seorang namja menghampiri mereka.

“ Sunny….” Panggilnya

Sunny, Tiffany dan Jessica menoleh kerah sumber suara.

Sunny berdiri dan menatapnya, begitu juga dengan Jessica &Tiffany.

“ Sunny..akhirnya kamu kembali “ ujar namja itu dan memluk tubuh sunny erat.

“ Hyomin Oppa…” desah sunny dalam pelukan hangat Hyomin. Namja yang snagat dicintainya. Berada dalam pelukannya sunny merasa hangat dan nyaman. Merasa dilindungi.

“kamu kemana saja Sunny~ahh” kau merindukanmu “ ucapnya dengan tulus.

“Oppa..Hyomin oppaa” ujar sunny dengan lirih.

“tanpa disadari jessica dan tiffany tersenyum melihat mereka.

“heemm,,,keknya dunia milik berdua nih..!!! “ goda Tiffany.

Mereka menyadari kedua sahabatnya dan melepaskan pelukan. Wajah sunny terlihat merah. Sedangkan hyomin hanya menggaruk kepalanya.

Anyeonghaseo Homin Oppa “ ujar sunny dan membungkuk.

Anyeonghaseo sunny “ ujar hyomin malu-malu.

“sunny kamu kemana? Tinggal dimana sekarang. Jebal jangan pergi lagi. Aku cemas kepadamu “.

Ciee,,cieeee,,heem…udah langsung aja tembak-tembak “ goda JeTi

“ ihh kalian apaan sie” tolak sunny seketika wajahnya kembali memerah

“ tuh Fany liat wajahnya merah, hahahhaa “ goda Jessica lagi.

“Sudah..sudah..kasian sunny “ bela Hyomin.

“ Kamu tampak kurusan Sunny? Apa kamu jarang makan??” ujar hyomin

Sunny hanya menggelengkan kepalanya

“mianhae..kalian mungkin malu berteman denganku karena keadaanku sekarang.” Ujar sunny dan menundukan kepalanya.

“ Aniyaa sunny.jangan begitu..kami tidak malu berteman denganmu. Bahkan kami beruntung berteman denganmu, gadis yang baik “ ujar Hyomin.

Kedua sahabatnya juga membenarkan perkataan hyomin.

Mulai sekarang jika kamu ada apa-apa katakanlah kepada kami. Kami akan membantumu sebisa kami, karena kita sahabat” ujar Jessica.

“Nee,,,itu benar “ Yaksoke??

“ Yaksoke..mereka bertiga saling manautkan jari kelingking mereka.

 

Setelah itu mereka menuju kekelas masing-masing tapi sunny dipanggil oleh kepala sekolah. Sunny menjelaskan alasannya kenapa beberapa minggu ini dia tak dating kesekolah. Setelah cukup jelas kepala sekolah mengerti keadaannya dan mengijinkan sunny kembali melakukan aktifitas belajarnya disekolah.

 

Bel pulangpun berdering. Semua murid keluar dari ruang kelas dan pulang kerumah masing-masing. Sunny berjalan menuju gerbang sekolah.

“ Sunny…tunggu…” teriak Jessica dan tiffany beserta hyomin.

“ kita pulang bareng yuk. Kami akan mengantarmu pulang. Kami juga ingin bermain kerumahmu” ujar Jessica.

“ Mianhaee..jeongmal mianhae..tidak usah. Aku juga masih punya urusan lain. Lain kali saja ya?. Aku buru-buru. Mianhae aku harus  pergi ada urusan,,mianahee” ujar sunny. Kemudian pergi meninggalkan Jessica. Tiffany dan Hyomin.

Mereka bingung oleh sikap Sunny. What happen with her?? Tak ada yang tahu. Mungkin karena keadaannya sekarang membuat dia lebih banyak berdiam diri.

Sunny berjalan menyusuri jalanan. Dia berharap ada yang mau menerimanya sebagai pegawai. Setelah beberapa kali melamar. Akhirnya dia diterima disebuah restaurant. Sepulang sekolah dia langsung bekerja dan pulang malam.

Ketika pulang bekerja untuk pertama kalinya. Sebuah mobil berhenti didepannya.

Kemudian pintu mobil terbuka. Hyomin turun dari mobil dan melangkahkan kakiknya kearah Sunny. Sunny kaget kenapa dia bias ada disini malam-malam.

“ Hyomin Oppa…kenapa malam-malam kamu disini??” ujar sunny bingung

“ seharusnya aku yang bertanya seperti itu? Kenapa seornag gadis sepertimu selarut ini masih dijalan? Kalau ada apa-apa bagaimana??” cemas hyomin.

“ kamu mau pulangkan? Ayo aku antar? Ucap hyomin seraya menggandeng tangan Sunny.

“ Aniyaa Oppa..aku bisa pulang sendiri. Oppa pulang saja duluan” tolaknya

“Andweeee Sunny..kamu tidak boleh menolakku. Aku akan mengantarmu pulang. Jebal jangan menolakku sekali ini” mohon hyomin.

Hyomin terus memaksa dan akhirnya Sunny menerima ajakannya. Dia tak enak menolak ajakan hyomin.

Dalam hatinya Sunny ini kesempatan buatnya untuk pulang kerumah oranngtuanya. Sunnypun mengarahkan dimaa dia tinggal. Setelah sampai didepan rumah orangtuanya, sunny turun dari mobil hyomin.

“ Oppa..jeongmal kamsahmnidda oppa…” ucap sunny

“ Nee…sudah sana masuk, sudah malam oppa besok-besok saja mampir. Aku pulang dulu ya sunny~aahh..anyeong..” ucap hyomin sambil melambaikan tangannya serta melempar senyum manisnya ke Sunny

“ Omoo,,,Senyumnya…”batin Sunny. Dia terpersona dengan Senyuman Hyomin. Namja yang sangat dia sukai. Entah sampai kapan dia akan menyimpan rasa cintanya. Tapi dia sudah menikah dan itu sangat menyakitkan untuknya.

Baru ketika kakinya melangkah menuju gerbang. Seseorang menariknya dan memasukkan kedalam mobil.

“ Aduh…sunny mengangkat kepala dan melihat seseorang namja yang berada didalam mobil dengannya. Namja itu menatapnya tajam. Setajam-tajamnya silet? (lohhhh O.o ).

Sunny terkejut melihatnya. Dia takut apa yang akan terjadi selanjutnya??…

 

 

 

To be Continued….

apa yang akan terjadi???

lihat saja nanti,,bwhahahahaa,,…

 

 

BE MINE [Chap 3]


 

Auhtor            : Eveel/Stalker

Main Cast       : Sunny & Sooyoung’

Sub                  : Other member SNSD

Genre              : Romantic/Friendship

Type                : Gender bander/Straight

Rated              : T = Teenager

Length            : Chaptered

Disclamer      : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning          : OOC /Alur kecepetan/Bahasa Berantakan/Ga masuk akal/Aneh

 

 

Anyeong readers semua..How are you? Kekkee…masih ingin lanjutkan??

Inget RCL-nya oke biar Author semangat menlanjutkan ceritanya..hehehe

No Silent reader..!!!

No Plagiator..!!!

 

 

Perlahan Namja itu menghampiri Jessica dan Tiffany. Merekapun saling mengucapkan salam.

“ anyeonghaseo Oppa..waeyo ?” ucap Tiffany

“Anyeonghaseo Tiffany. Kau tahu dimana Sunny berada? Sudah seminggu dia tak masuk. Aku cemas padanya.” Ujar Namja itu.

“ Oppa..apa kau kangen padanya ya??” goda Jessica.

Namja itu gelagapan. Wajahnya merah seperti tomat. Bingung harus mengatakan apa karena dia memang merindukan Sunny.

Jessica dan Tiffanypun saling melempar Senyum dan sudah tahu apa jawabannya.

“ Hyomin Oppa..sudahlah..mengaku saja kau suka kan pada Sunny??” goda Jessica lagi.

Hyomin sangat terkejut. “ Aku,,,ak..aku…” hyom,in terbata-bata sembari menggaruk kepalanya.

“ sudahlah oppa kau itu menyukainya kan?? Mengakulah “ Jessica terus menggoda hyomin. Tiffany hanya tertawa cekikikan melihat tingkah hyomin.

“umm,,,aku,,baiklah aku mengaku,,aku sangat menyukainya. Aku mencintainya” kau tahu pikiranku penuh dengannya” pengakuan hyomin membuat Jessica dan tiffany tertawa. Hyomin bingung kenapa mereka tertawa. Dia hanya menggaruk-garuk kepalanya.

“Oppa..kalau kau suka padanya. Tembak dia secepatnya. Jangan sampai kau didahului oleh namja lain. Banyak yang suka Sunny tahu “ goda Tiffany.

Aku juga ingin seperti itu, tapi apakan Sunny menyukaiku?? Cemas Hyomin.

“ dia menyukaimu Oppa..buktinya dia selalu menemanimu, dan bahkan ketika aku menyebutkan namamu, wajahnya merah sepertimu.” Ucap fany

“ aku setuju dengan apa yang dikatakan fany.” Ujar Jessica menyetujui ucapan sahabatnya itu. Oiaa Oppa sepulang sekolah nanti aku dan Jessica akan menngunjungi Sunny. Aku ingin tahu bagaimana kabarnya. Aku cemas padanya. Tidak biasanya dia menghilang seperti ini. “ sahut Fany.

“ Bolehkan aku ikut??

”tentu saja Oppa” senyum Tiffany.

Setelah itupun mereka menuju kelas masing-masing.

 

Park Sunyoung aka Hyomin adalah seorang Namja yang baik dan paling dekat dengan Sunny  beberapa bulan yang lalu ketika kepala sekolah menyuruhnya untuk menemani Hyomin keliling sekolah dan memperkenalnya seluk beluk sekolah. Karena pada saat itu Hyomin adalah murid pindahan.

 

Flashback

 

Sunny masuk keruangan kepala sekolah.

“ Anyeonghaseo songsengnim..waeyo memanggilku” ucap Sunny.

“ nee Sunny, tolong Bantu Hyomin untuk keliling sekolah dan memperkenalkan sekolah ini dan tunjukan kelasnya” ucap Kepala Sekolah.

“Ahh..nee Songsengnim..” ucap Sunny.

Setelah itu mereka keluar dari ruangan kepala sekolah.

“ Anyeonghaseo Chonun Park Sunyoung Imnidda. Pangggil saja aku Hyomin. Umurku 18 tahun. Aku murid pindahan dari Anyang Foreign Language High School. Bangapseumnidda “ ujar hyomin sambil membungkukkan badannya.

Sunnypun membalas dan membungkukkan badannya.

“ Anyeonghaseo Chonun Lee Sunny Imnidda. Panggil saja namamu Sunny. Umurku 17 tahun. Selamat datang di Busan Foreign Language High School Oppa.” Ucap sunny dan melempar Senyum imutnya.

Mari aku antar keliling sekolah Oppa” ujar Sunny.

Merekapun keliling sekolah. Sunny memperkenalkan setiap detil nama tempat disekolah. Sayangnya mereka lain kelas. Tapi sejak saat itu Hyomin dan Sunny berteman dan semakin dekat hingga keduanya saling menyukai, tetapi mereka malu untuk mengatakannya. Takut kali ditolak,,hahahaha…

 

Flashback End

 

Setelah pulang sekolah merekapun berangkat bareng menuju rumah Sunny. Tapi yang hanya dapat tulisan Rumah Ini Disita..!!! mereka bingung apa yang terjadi dengan sunny dan rumahnya. Kemana lagi mereka harus mencari Sunny. No HP Sunnypun tak aktif. Mereka semakin bingung dan cemas. Kemudian mereka menanyakan alamat Sunny ketetangga Sunny, tapi mereka tak tahu. Mereka hanya bilang kalau keluarga sunny bangkrut dan jatuh miskin. Tiffany, Jessica dan Hyominpun kaget mendengar hal ini. Mereka sangat sedih. Tak ada ketika sahabatnya susah. Mungkin Sunny yang paling sedih karena dialah yang mengalaminya. Sejak saat itu mereka terus mencari Sunny tapi nihil. Dan akhirnya menyerah. hanya berdoa dan menunggu Sunny kembali.

 

Dikediaman keluarga Choi..

 

Sunny selesai membersihkan semua sisi rumah. Setelah itu dia membersihkan kamar. Ketika sunny sedang membersihkan tempat tidur milik Sooyoung suaminya.

 

Sunny POV

 

Ahh..sabarlah Sunny..anggap saja kau sedang berlatih menjadi seorang wanita kuat.” Desahnya dalam hati. Suami..ya,,suami,,diumurku begitu muda aku sudah menikah. Jika teman-temanku tahu apa yang harus aku katakana? Mau dimana aku taruh mukaku? Pasti aku dari sekolah. Dan mungkin mereka akan berfikir aku melakukan yang tidak-tidak. Ottoekee??

 

Normal POV

Tak terasa air matanya kembali mengalir dari wajah cantiknya. Rasa sakit  mendera hatinya. Walau sudah mengikhlaskan semua ini tapi sangat menyakitkan melihat ornag yang dia sayangi disakiti. Dipikirannya berkecamuk antara kabur dan terus mengikuti permainan mereka. Jika kabur pasti dia dan keluarganya akan disakiti, dan mungkin terjadis esuatu yang lebih lagi. Kalau tidak, sunny akan semakin tersiksa disana. Sunny mengacak-acak rambutnya. Dia bingung apa yang harus dia lakukan. Sangat susah menjadi dirinya. Dari belakang seseorang sedang berjalan kearahnya. Sunny tak mengetahui karena sibuk dengan dirinya.kemudian saat Sunny membalikkan badannya, dia kaget karena Sooyoung sudah berada didepannya. Diapun jatuh terduduk dilantai.

Sunny hanya diam tanpa mengedipkan matanya. Dia takut apa yang sooyoung akan lakukan kepadanya lagi.

“M..Maauuu ap.aappaa kaamuu..” ucap Sunny dengan rasa takut

Kemudian sooyoung jongkok didepan Sunny dan menatapnya tajam kemudian mendekatkan wajahnya ke sunny. Sunny gugup dan ketakutan.

“ takut?? Jangan coba-coba kau lari dari sini, jika mau selamat “ ancam Sooyoung.

“kaaa,,kauu pikirr aku takut padamu haa?? “ teriak Sunny’

Sooyoung mengepalkan tangannya hendak menampar sunny lagi, namun sunny dengan cepat merespon.

“ Kenpaa?? Mau memukulku lagi?? Silahkan..aku tak takut” ucap sunny sambil menyerahkan wajahnya ke Sooyoung.

Sooyoung diam dan hanya memandang sunny dengan marah. Kemudian manrik baju sunny dan menyeretnya ke kasur.

“ Kau…kau tidak tahu seorang Choi Sooyoung kalau sedang marah?? “ bentaknya

Sooyoung langsung menyergap? Sunny. Tapi dengan Sigap sunny menendang Sooyoung dan kabur keluar.

“ Ini Kesempatanku untuk kabur..ya tuhann tolonglah aku “ bisik Sunny.

Dia meninggalkan sooyoung yang merintih kesakitan oleh ulah sunny. Dengan cepat sooyoung mengejar sunny dna meneriaki anak buahnya.

“ arghh,..Gadis Sialan…Woiii kaliannn,,,cepat tangkap diaa “ perintah Sooyoung.

Sunny berlari mencari pintu tapi apa daya, sebelum sampai dia sudah tertangkap.

“ YA..Lepaskan aku..!! ucap sunny sambil berontak.

“ Kauu,,,Berani sekali kau padaku..” kalian cepat ikat dia dan jangan biarkan pergi” gertak Sooyoung.

Sunnypun disekap disebuah kamar kaki dan tangannya diikat “(kejem)

“ Ini akibatnya jika kau melawanku” ucap Sooyoung dan manampar sunny kembali ( demen amat nampar O.o).

Sunny menangis dan meringis kesakitan. Tak berdaya. Snagat menyakitkan. Seumur-umur tak pernah diperlakukan kasar oleh siapapun. Termasuk keluarganya sendiri.

“ BaJingan kau..” Teriak Sunny

“ DIAM KAU..!!! arfghhhhh…” sooyoungpun keluar dr kamar itu dan mengunci pintu.

“ Lepaskan aku,,Ya…kau…..” sunny behenti berteriak,,kepalanya terasa sakit. Dia hanya menangis. Sudah beberapa hari ini dia tak makan. Tubuhnya semakin lemas dan dia pingsan.

 

 

penasaran??

liat aja nanti yah,,,author mau molor dlu ahhahaa *plak*

see yaaaaaa…..

BE MINE [Chap 2]


Auhtor            : Eveel/Stalker

Main Cast       : Sunny & Sooyoung’

Sub                  : Other member SNSD

Genre              : Romantic/Friendship

Type                : Gender bander/Straight

Rated               : T = Teenager

Length             : Chaptered

Disclamer     : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning           : OOC /Alur kecepetan/Bahasa Berantakan/Ga masuk akal/Aneh

 

Anyeong readers semua…mianhae agak telat. Maklum author sibuk hehehe..

Lanjut saja ya part 2 nya.

No Silent reader..!!!

No Plagiator..!!!

 

 

Sunny melangkahkan kakinya keluar dari pintu rumah mr.choi. tetapi dengan sigap dia mengutus anak buahnya menagkap sunny.

“ Ya….!! Lepaskan aku..” sunny berusaha untuk melepaskan dirinya yang dicengkram kuat oleh kedua anak buah si choi itu?

“ tak semudah itu kau bias pergi dari sini anak manis. Kalau kau macam-macam keluargamu tak akan selamat “ ancamnya.

“ LEPASKAN AKU..!!! : triak Sunny berusaha berontak.

“ Sooyoung bawa dia. Gadis ini milikmu sekarang” ucap mr. choi kepada anak satu-satunya itu.

Baiklah Appa “ ucap Sooyoung dengan senyum liciknya.

Sooyoungpun menggendong tubuh Sunny ke dalam kamarnya.

“ YA..!!! Lepaskan aku,,,” ujar Sunny sambil memukul-mukul punggung Sooyoung

“ Diam..!! kalau kau tak diam awas kau” ancam Sooyoung.

Setelah sampai dikamarnya Sooyoung melempar tubuh Sunny ke Ranjangnya.

“Aduhh..” Sunny mengerang kesakitan sambil terisak dengan segera dia berusaha untuk bangun dan pergi. Tapi dengan cepat sooyoung menahan tubuhnya.

“ Mau kemana gadis manis?? Kita sudah resmi sekarang. Ayolahh “ ucap sooyoung dna mendekatkan dirinya ke wajah Sunny.

“ Andweee…Aku mohon lepaskan aku. Biarkan aku pergi “ isak Sunny

“ aniyoo..kau pikir semudah itu haa??

“ kauu..licik sama seperti appamu “ teriak Sunny

PLAKKKK….

Sebuah tamparan mengenai pipi mulus sunny. Sunny meringis kesakitan dan memegang pipinya sambil menangis.

“ Itu akibatnya jika kau melawanku “ kesal Sooyoung

“ hikss..kau jahat. Aku mau pergi minggir.” Sunny berusaha bangkit tapi sooyoung kembali bersikap kasar padanya.

“ Kau,,,dasar gadis gatau diri. Seharusnya kau beruntung menikah denganku. Aku kaya, punya segalanya. Apapun yang aku inginkan akan terwujud “ sombongnya

“ Aku tak peduli. Aku tak gila harta sepertimu dan ayahmu itu “ kesal sunny

Dasar gadis gila” diam kau disini dan jangan kemana-mana. Jika kau coba kabur awas kau.!! ‘ ancam Sooyoung’

Sooyoung mengunci pintunya dan menyekap sunny dikamarnya.

“Ya…!! Buka pintunya.. bukaaa “ teriak sunny sambil menggedor-gedor pintu

“ Diam kau…” teriak sooyoung dari luar kamar dan pergi meninggalkan sunny dikamarnya.

Cukup lama sunny berteriak dan memukul pintu kamar supaya dirinya dilepaskan, tapi tak seorangpun peduli. Akhirnya sunny capek dan jatuh terduduk didepan pintu.

Menekul lututnya dan menangis. Hanya itu yang dia lakukan. Menangis dalam ketakutan. Takut sesuatu terjadi dengannya dan keluarganya. Dia bingung harus melakukan apa dan sedikit penyesalan memdatanginya. Andaikan dia tak keras kepala, mungkin ini tak akan terjadi.

“ Eomma.. Appa.Aku takut..Ottoekkee “ isak sunny dalm tangisnya.

Dirumah keluarga Lee..

“Umma..ottoekee?? bagaimana keadaan Nuuna disana? Aku takut nuuna diapa-apakan sama mereka” cemas Yoong

“ Nee Ummaa..aku juga.bagaimana kalau Appa tahu? Pasti dia sangat marah “ takut Seohyun.

“ Mianhaee sayang. Umma bingung apa yang harus umma lakukan. Umma juga tak mau Kakak kalian mengorbankan dirinya. Tapi bagaimana? Kalian tahu kakak kalian itu seperti gimana orangnya. Keras kepala, dan berani. Kita berdoa saja ya semoga tuhan melindunginya” ucap Mrs. Lee dengan tegar dna memeluk kedua anaknya itu.

Mr. Lee pun sembuh dan dokter menginjinkannya untuk pulang. Ketika saat dirumah dia tak mendapati Sunny berada di rumah. Dan ketika itu dia juga berfikirdari mana biaya yang didapatkan oleh keluarganya untuk membayar perawatannya selama dirumah sakit.

Karena merasa curiga dengan kelakuan keluarganya, diapun bertanya. Setelah mencoba untuk memaksa istrinya, akhirnya dia tahu bahwa anaknya mengorbankan dirinya untuk keluarganya juga dirinya. Mr.lee marah . tapi apa dayanya semua sudah terjadi. Dia tak rela Sunny menjadi korban choi. Mr. lee tahu bagaimana watak choi. Dia takut anaknya diperlakuka tidak baik. Dia pun memaksakan dirinya kerumah keluarga choi dan akan membawa sunny kembali kepadanya. Setelah sampai diruma kediaman keluarga Choi..

“ Ya..!! Choi jinsu.. Keluar kau..” Teriak Mr. lee

Setelah lama berteriak akhirnya si choi keluar bersama anak buahnya dengan senyum sinisnya.

“ Mau apa kau kesini Lee sun hyo “ mau mencari mati??

“ Kembalikan Anakku keparat..!!!

“ hahaha..apa?? kau pikir semudah itu??

“ kau..lepaskan anakku sekarang atauuu…” ancam mr lee

“ atau apa? Kau bisa apa dengan keadaanmu seperti itu sun hyo…hahahhaa “ ucap sinis choi

Mendengar suara seseorang rebut, sunny berusaha melihat dari luar jendela. Ketika itu dia melihat ayah dan semua keluarganya dihalaman rumah.

Sunny POV

Aku mendengar suara yang sangat kukenal. Aku mendekat kearah jendela dan seketika itu aku melihat semua keluargaku dihalaman rumah ini. Aku berusaha untuk mencari celah agar aku bias keluar dari kamar menyebalkan ini.

Normal POV

Sunny berusaha keluar dari kamar itu dan ingin bertemu dengan keluarganya. Ketika dia menemukan clah disebuah jendela, dia tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuks egera keluar dari rumah ini. Dengan hati-hati dia berjalan menuju keluar rumah. Setelah berhasil sunny menuju pintu dan segera berlari menuju keluarganya..

“ Appaaa… panggil sunny yang sudah ada didepan pintu. Tapi dengan sigap anak buah choi menangkap sunny.

“ Sunny..”teriak Lee Sun hyo (ayah sunny). Ya..!! Jinsu lepaskan anakku..!!!

“ kalian semua dengar. Jika kalian mencoba-coba permainkan aku. Anakmu ini akan kubunuh. Kau tak bisa apa-apa dan kau tak punya bukti sun hyo. Jika kau berani menemui anakmu ini. Aku tak segan-segan menyiksanya. “ ancam Jinsu (ayah Sooyoung).

“ Kauuu….” Amarah appa sunny tak bisa dibendung lagi. Dengan sigap dia memukul Jinsu dan diapun jatuh tersungkur. Dengan segera anak buahnya memukul Appa sunny.

Sunny berteriak dan menangis. Begitu juga dengan umma dan kedua adik kembarnya. Apa daya mereka sudah dipegang erat oleh anak buah choi yang begitu banyak. Sunny berusaha keras untuk berontak. Begitu pegangan mereka terlepas sunny melindungi Appanya yang dipukul oleh anak buah choi.

“ Andwee..Stop…jangan sakiti Appaku..” isak sunny kemudian memluk Appanya.

Appa gwechanayo” tangis sunny dan memandang appanya dengan penuh kasih.

“ Mianhae Sunny..appa begitu lemah. Tak bias melindungi kamu dan keluarga kita. Mianhaee. Isak appa sunny sambil mengelus rambut anaknya.

“ Aniyaaa Appa..appa adalah appa yang baik untukku. Ini takdir appa..kita terima saja. Dan berdoalah appa..aku mohon jaga Umma dan adik-adikku. Jangan biarkan mereka sakit dan putus harapan untuk hidup. Aku percaya padamu appa. Aku mohon jangan kesini lagi appa. Aku tak mau kalian disakiti. Biarlah aku menangung semuanya. Kalau aku beruntung, aku mungkin akan kembali pada kalian. Tuhan pasti melindungi kita appa. Percayalah. Aku kuat appa. Aku bias melindungi diriku, Jangan cemaskan aku. Appa sudah sakit jangan menambah sakit lagi. Aku tak mau Appa. Jeball..dengarkan aku sekali ini saja appa. “ tangis Sunny.

Mrs. Lee dan YoonHyun sangat sakit melihat mereka seperti itu.

“ tapi Anakku..” belum sempat melanjutkannya sunny membantah kembali.

“ any appa lakukanlah apa yang ku katakana tadi. Jebal Appa.

“Hey..sudah dramanya. Kalian membuatku semakin muak. Kalian usir mereka dari sini.

Tapi kemudian Sooyoungpun pulang. Dengan segera choi menyuruhnya membawa Sunny kedalam.

“Appaaa….” Teriak Sunny ketika dirinya dipisahkan oleh Sooyoung dan anak buahnya.

“ Nuunaaaa….” Teriak Yoona

“ Unnieeeee…” teriak Seohyun

Mereka tak bisa berbuat apa-apa selain menangis dan berusaha berontak. Keluarga Sunny diusir dari rumah choi dan Sunny dipaksa masuk. Sooyoung menyeret Sunny untuk masuk, tapi Sunny melawan.

“ Ya..Lepaskan aku..aku ingin bertemu keluargaku” Teriak Sunny

Sooyoung menatap Sunny tajam dan terus menyeret tanga Sunny. Sunny berontak dan memukul sooyoung.

“Kauu…!!!  Sooyoung marah dan kemudian menampar Sunny kembali.

PLAAAAAAKKKK…..

Tamparan Sooyoung cukup keras sehingga disudut bibir Sunny mengeluarkan darah. Sunnypun pingsan seketika.

“ Itu akibatnya jika kau melawan.” Ujar Sooyoung dengan tega dan membawa Sunny kembali ke kamarnya.

Di kediaman keluarga Lee..

 

Hanya terdengar suara isak tangis dan emosi yang meluap. Tak tahu apa yang harus mereka lakukan. Mengapa terjadi dengan keluarga mereka. Entahlah hanya tuhan yang tahu.

“ Mianhae..Appa bukan Appa yang baik untuk kalian. Melindungi kalian saja aku tak mampu. Aku hanya merepotkan kalian saja “ keluh Mr. Lee

“ Aniyaa ..appa..appa adalah ayah yang baik untuk kita semua. Ini takdir sayang. Kita hanya bias menerima. Kita hanya bisa pasrah kepada tuhan. Semoga kita diberikan jalan terbaik untuk keluarga kita,” Ujar Mrs. Lee dengan tegar. Walau hatinya sangat pedih tapi apa daya dia hanya bisa pasrah begitu juga dengan mr. lee, Yoona dan Seohyun.

Keesokan Harinya…

Sunny perlahan membuka matanya. Setelah sadar dari tidurnya (lebih tepatnya pingsan), dia merasakan sakit pada wajahnya. Tapi itu tak sakit disbanding dengan hatinya. Sangat hancur melihat keluarganya seperti itu. Dia marah dan benci dengan keluarga Choi. Dia bingung apa yang harus dilakukan. Jika kabur, pasti akan ditangkap kembali atau keluarganya akan disakiti. Sunny kembali terisak. Tapi kemudian pintu kamar terbuka. Sesosok namja terlihat dan berjalan menuju kearahnya. Sunny memandangnya penuh dengan kebencian.

“ kenapa kau memandangku seperti itu hah?? Dasar gadis tak tahu diri. Cepat kau bersihkan pakaianku dan semua sisi rumah ini. “ perintah Sooyoung sembari melemparkan pakaian kotornya ke wajah Sunny.

“ Aku tak sudi melakukannya..” Teriak Sunny

“ Apa kau berani melawanku?? “ Ujar Sooyoung dan menjambak rambut Sunny.

Sunny memegang rambutnya yang dijambak oleh Sooyoung dan meringis kesakitan. Sooyoung mendekatkan wajahnya ke wajah Sunny dan mengatakan sesuatu.

“ Jika kau berani, Keluargamu tak akan selamat “ ujar Sooyoung dengan licik.

“ kau…Jika kamu berani menyakiti mereka, Awas Kauu,,…” amarah sunny memuncak dan mengepalkan kedua tangannya.

Sooyoung melepaskan jambakannya dengan kasar sehingga sunny terjatuh dikasur. Kemudian bangkit duduk dan menatap Sooyoung penuh amarah.

“ kau tinggal pilih saja, lakuka apa yang kumau atau keluargamu akan membayar “ ancam Sooyoung dengan senyum sinisnya.

Dengan terpaksa Sunny melakukan apa yang disuruh oleh Sooyoung. Setiap hari Sunny menyapu rumah, mengepel, mencuci dan memasak untuk mereka. Para pembantu keluarga Choi membantu Sunny ketika majikan mereka tak ada dirumah atau melihatnya. Mereka diancam untuk tak membantu Sunny jika tak mau dipecat. Mereka memperlakukan Sunny layaknya seorang Babu. Sangat menyakitkan, tetapi dia tetap kuat agar keluarganya selamat. Keluarga adalah kelemahannya sehingga Choi dan Sooyoung semena-mena terhadapnya. Dipukul, dijambak dan disakiti. Itulah yang didapatkan Sunny. Dia berusaha kuat untuk bertahan, walau sesungguhya dia tak kuat lagi.

Seminggu Sunny tak masuk sekolah. Teman-temannya tak ada yang tahu keberadaannya begitu pula dengan kedua sahabatnya yaitu Jessica dan Tiffany.

“ Jessie..kemana Sunny ya? Kenapa dia tak masuk selama seminggu ini?” Tanya Tiffany

“ Molla..fany aku juga tak tahu, aku cemas padanya. Bagaimana kalau kita kerumahnya sepulang sekolah nanti” ujar Jessica.

“ humm baiklah..siapa tahu dia sedang sakit.”

Tiba-tiba seorang namja mendekat padanya. Fany dan Sica melihatnya dan mengucapkan salam. Sepertinya kedua sahabat Sunny sangat mengenalnya. Siapakan dia??

To Be Continued….

Penasaran??

Wait for a Se…hahahaa…

byeeee…..